-->

Jadwal Ujian UN dan US Tahun 2012

Jadwal Ujian Sekolah Utama 


Jadwal Ujian Nasional Utama
[…Read More…] Jadwal Ujian UN dan US Tahun 2012

Perkemahan Siswa HW

Perkemahan siswa/siswi smp muhammadiyah segeran di desa Balong dalem Kuningan Jawa barat merupakan suatu kegiatan yg positif. Menurut kepala sekolah SMP Muhammadiyah Segeran. Dasuki, SH. “Dalam upaya membentuk jatidiri  siswa bisa dilakukan dalam banyak hal, salah satunya adalah dengan kegiatan perkemahan.  Dengan adanya acara perkemahan Siswa dididik untuk belajar mandiri dan bertanggung jawab terhadap kelompoknya  dengan demikian siswa/siswi akan terbiasa untuk selalu berinteraksi social baik dilingkungan sesama te mannya maupun diluar lingkungan sekolah.
Kegiatan perkemahan ini merupakan  agenda rutin dari program kegiatan ekstrakurikuler sekolah. Oleh karena itu, menurut Kepala Sekolah. “ Untuk tahun depan, Bukan hanya siswa/siswi yg tergabung dalam Hizbul Wathon saja yang ikut dalam perkemahan, tetapi juga seluruh siswa SMP Muhammadiyah Segeran.
Acara perkemahan diawali dengan pelepasan oleh ketua Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Pimpinan Cabang Muhammadiyah Segeran  Taripudin, S.Ag. pada pukul 07.30 wib. dan sampai tujuan pada pukul 11.00 wib.

Acara dilanjutkan dengan upacara pembukaan dilokasi kemah pada pukul 14.00 wib oleh kepala sekolah. peserta kemah selama 3 hari mengikuti beberapa kegiatan yang sudah dirancang oleh pembina HW.

[…Read More…] Perkemahan Siswa HW

Lesson Study

  1. Mempertimbangkan tujuan pembelajaran dan perkembangan siswa, serta merencanakan pembelajaran untuk mengumpulkan data. 
  2. Mengobservasi pembelajaran dalam rangka Lesson Study. menggunakan data hasil observasi untuk melakukan refleksi tentang pembelajaran secara mendalam dan lebih luas.
  3. Melakukan perencanaan ulang dengan topik yang sama untuk melakukan open lesson pada kelas berbeda.

  1. memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana siswa belajar dan guru mengajar;
  2. memperoleh hasil-hasil tertentu yang bermanfaat bagi para guru lainnya dalam melaksanakan pembelajaran; 
  3. meningkatkan pembelajaran secara sistematis melalui inkuiri kolaboratif. 
  4. membangun sebuah pengetahuan pedagogis, dimana seorang guru dapat menimba pengetahuan dari guru lainnya. 

  1. memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana siswa belajar dan guru mengajar; 
  2. memperoleh hasil-hasil tertentu yang dapat dimanfaatkan oleh para guru lainnya, di luar peserta Lesson Study; 
  3. meningkatkan pembelajaran secara sistematis melalui inkuiri kolaboratif. 
  4. membangun sebuah pengetahuan pedagogis, dimana seorang guru dapat menimba pengetahuan dari guru lainnya.

  • Tujuan bersama untuk jangka panjang. Lesson study didahului adanya kesepakatan dari para guru tentang tujuan bersama yang ingin ditingkatkan dalam kurun waktu jangka panjang dengan cakupan tujuan yang lebih luas, misalnya tentang: pengembangan kemampuan akademik siswa, pengembangan kemampuan individual siswa, pemenuhan kebutuhan belajar siswa, pengembangan pembelajaran yang menyenangkan, mengembangkan kerajinan siswa dalam belajar, dan sebagainya.
  • Materi pelajaran yang penting. Lesson study memfokuskan pada materi atau bahan pelajaran yang dianggap penting dan menjadi titik lemah dalam pembelajaran siswa serta sangat sulit untuk dipelajari siswa.
  • Studi tentang siswa secara cermat. Fokus yang paling utama dari Lesson Study adalah pengembangan dan pembelajaran yang dilakukan siswa, misalnya, apakah siswa menunjukkan minat dan motivasinya dalam belajar, bagaimana siswa bekerja dalam kelompok kecil, bagaimana siswa melakukan tugas-tugas yang diberikan guru, serta hal-hal lainya yang berkaitan dengan aktivitas, partisipasi, serta kondisi dari setiap siswa dalam mengikuti proses pembelajaran. Dengan demikian, pusat perhatian tidak lagi hanya tertuju pada bagaimana cara guru dalam mengajar sebagaimana lazimnya dalam sebuah supervisi kelas yang dilaksanakan oleh kepala sekolah atau pengawas sekolah.
  • Observasi pembelajaran secara langsung. Observasi langsung boleh dikatakan merupakan jantungnya Lesson Study. Untuk menilai kegiatan pengembangan dan pembelajaran yang dilaksanakan siswa tidak cukup dilakukan hanya dengan cara melihat dari Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (Lesson Plan) atau hanya melihat dari tayangan video, namun juga harus mengamati proses pembelajaran secara langsung. Dengan melakukan pengamatan langsung, data yang diperoleh tentang proses pembelajaran akan jauh lebih akurat dan utuh, bahkan sampai hal-hal yang detail sekali pun dapat digali. Penggunaan videotape atau rekaman bisa saja digunakan hanya sebatas pelengkap, dan bukan sebagai pengganti.

  1. memikirkan secara lebih teliti lagi tentang tujuan, materi tertentu yang akan dibelajarkan kepada siswa, 
  2. memikirkan secara mendalam tentang tujuan-tujuan pembelajaran untuk kepentingan masa depan siswa, misalnya tentang arti penting sebuah persahabatan, pengembangan perspektif dan cara berfikir siswa, serta kegandrungan siswa terhadap ilmu pengetahuan, 
  3. mengkaji tentang hal-hal terbaik yang dapat digunakan dalam pembelajaran melalui belajar dari para guru lain (peserta atau partisipan Lesson Study), 
  4. belajar tentang isi atau materi pelajaran dari guru lain sehingga dapat menambah pengetahuan tentang apa yang harus diberikan kepada siswa, 
  5. mengembangkan keahlian dalam mengajar, baik pada saat merencanakan pembelajaran maupun selama berlangsungnya kegiatan pembelajaran, 
  6. membangun kemampuan melalui pembelajaran kolegial, dalam arti para guru bisa saling belajar tentang apa-apa yang dirasakan masih kurang, baik tentang pengetahuan maupun keterampilannya dalam membelajarkan siswa, dan 
  7. mengembangkan “The Eyes to See Students” (kodomo wo miru me), dalam arti dengan dihadirkannya para pengamat (obeserver), pengamatan tentang perilaku belajar siswa bisa semakin detail dan jelas.


[…Read More…] Lesson Study

Hipnotis

Hipnotis. apa termasuk kezhaliman atau sihir ? karena disinyalir ada orang-orang yang mempelajarinya karena suatu alasan, misalnya untuk membela diri apa yang dipelajarinya sesuai dengan manhaj kita ? Apa tidak baik diarahkan pada ketaqwaan dan ketaqwalan ? 
Hipnotis adalah merupakan salah satu perdukunan (sihir) yang menggunakan bantuan Jin sehingga diperlakukan dapat menguasai korban. Jin akan berbicara melalui lisan korban dan memberinya kemampuan untuk melakukan beberapa hal setelah ia menguasai korban. Ini jika beberapa hal setelah ia menguasai korban. Ini jika jin percaya kepada pelaku hipnotis. Kepatuhan Jin ini merupakan imbalan bagi para penghipnotis yang telah mempersembahakan suatu kepada Jin tersebut. 
Jin tersebut membuat sikorban berada dibawah kendali sipelaku untuk melakukan pekerjaan atau bepercaya atau berita yang dimintanya dengan bantuan Jin tersebut. Jika jin tersebut mempercayainya.
Atas dasar ini,  tidaklah diperbolehkan menggunakan hipnotis dan menjadikannya cara atau sarana untuk menunjukkan lokasi  atau mencari berita dari orang terhipnotis.. Ini bisa dikategorikan sebagai syirik, dengan alas an bahwa hal tersebut mencari pertolongan bukan karena Allah melainkan sebab-sebab yang lain. 
Jadi hukum hipnotis yang menggunakan bantuan Jin walaupun ahsilnya untuk pengobatan, therapy narkoba atau yang lainnya, adalah termasuk bentuk kesyirikan. Maka hal ini dilarang. Jika hipnotis meruapakan sihir, maka mempelajarinyapun terlarang. Dan perlu brhati-hati menghadapi praktek-praktek sihir yang dikemas dengan teori-teori ilmiah yang banyak berkembang saat ini.

Sumber : Fatwah lajnah Daimah, Juz 1 hal 593-594. Buletin As-Sunah No. 08 Desember 2011.

[…Read More…] Hipnotis